TARIF & JADWAL KAPAL KE PULAU TIDUNG

Posted by Unknown Friday, April 26, 2013 1 comments
1. KAPAL TRADISIONAL – lama perjalanan 2,5 – 3 jam
Harga Tiket Rp. 33.000 per orang
Berangkat dari Muara Angke pukul 07.00 wib
Kembali dari Tidung Pukul 07.30 wib
Khusus hari libur dari Tidung tersedia juga kapal pukul 13.00 wib (Jadwal dapat berubah sewaktu-waktu)

2. PREDATOR (SPEEDBOAT)- perjalanan kurang lebih 1 jam
Harga Tiket Rp. 200.000 per orang
Berangkat dari Ancol pukul 08.00 wib
Kembali dari Tidung Pukul 15.00 wib
(untuk one day trip harga tiket @250.000, berangkat jam 8 pagi pulang jam 3 sore)

3. CITRA JET (SPEEDBOAT)- perjalanan kurang lebih 1 jam
Harga Tiket Rp. 125.000 per orang
Berangkat dari Muara Angke pukul 08.00 wib
Kembali dari Tidung Pukul 13.00 wib (Jadwal dapat berubah sewaktu-waktu)
Untuk hari biasa harus dengan konfirmasi.

4. KERAPU (SPEEDBOAT)- perjalanan kurang lebih 1 jam
Harga Tiket Rp. 52.000 per orang (subsidi pemerintah)
Berangkat dari Kali Adem pukul 08.00 wib
Kembali dari Tidung Pukul 08.00 wib
Penumpang melakukan pembelian tiket sendiri dengan mengantri. (pemesanan tidak dilayani)
SUMBER:http://iawisata.com

Baca Selengkapnya ....

ACARA PERJALANAN PULAU TIDUNG

Posted by Unknown 0 comments

PROGRAM PERJALANAN PULAU TIDUNG (REGULAR)
Jadwal 2 Hari 1 Malam
#Hari Pertama
06.00 – 07.15 Berangkat dari Muara Angke dengan kapal Reguler ( atapun dengan sewaan ) Perjalanan +- 3 Jam
07.20 – 10.00 Berlayar / onboard  ke Pulau Tidung
10.00 – 10.15 Sampai di dermaga Pulau Tidung, kemudian diantar ke Penginapan/Home stay oleh para Guide.
10.15 – 10.30 Unpacking semua barang bawaan, setting kamar tidur, dll
10.30 – 12.00 Acara Bebas
12.00 – 12.45 ISHOMA ( Istirahat, Mandi, Sholat, Makan )
12.45 – 13.00 Setting Alat Snorkling
13.00 – 17.00 Snorkling Time, lamanya snorkling terserah peserta ( biasanya sampai jam 16.00 atau jam 17.00 ) Bagi yang muslim bisa di selingi sholat Ashar.
17.00 – 18.00 Catching Sunset ( bisa di Pulau Tidungnya atau dari Perahu Motor bagi yang Sewa Perahu motor )
18.00 – 19.00 Istirahat, sholat, Santap Kudapan ( Bubur/Kolak )
19.00 – 19.30 Acara Santai
19.30 – 20.30 Makan malam sambil Barbeque
21.00 – 24.00 Acara bebas
24.00 – 05.00 Istirahat/Tidur
#Hari Kedua ( Untuk yang hari Minggu )
05.00 – 07.00 Catcing Sunrise ( biasanya dari Jembatan Tidung Besar dan Tidung Kecil )
07.00 – 10.00 Acara Bebas ( Eksplore Pulau Tidung Besar dan Tidung Kecil )
10.00 – 11.00 Makan, Prepare untuk Kepulangan
11.00 – 12.00 Cekout
12.00 – 13.00 Stanby di Dermaga
13.00 – 16.00 OTW ke Jakarta16.00 – 16.30 Pulang ke tempat masing-masing.


Jadwal 3 Hari 2 Malam
#Hari Pertama
06.00 – 07.00 Berangkat dari Muara Angke dengan kapal Reguler ( atapun dengan sewaan ) Perjalanan +- 3 Jam
07.00 – 10.00 OTW ke Pulau Tidung
10.00 – 10.15 Sampai di dermaga Pulau Tidung, kemudian diantar ke Penginapan/Home stay oleh para Guide.
10.30 – 12.00 Acara Bebas
12.00 – 13.00 ISHOMA ( Istirahat, Mandi, Sholat, Makan siang )
13.00 – 17.00 Explore Pulau Tidung Besar dengan sepeda, Ke jembatan cinta, dll
17.00 – 18.00 Catching sunset di pantai barat ( Tonjongan Barat )
18.00 – 19.00 ISHOMA ( Istirahat, Mandi, Sholat, Makan malam )
19.00 – 22.00 Acara Bebas
22.00 – 05.00 Istirahat

#Hari Kedua
05.00 – 07.00 Cathing Sunrise
07.00 – 07.30 Sarapan pagi
07.30 – 08.00 Prepare buat snorkling
08.00 – 12.00 Snorkling, Kunjungan ke pulau lain bag. 1 ( tergantung paket yang diambil )
12.00 – 13.00 Makan siang, Sholat ( bagi yang menjalankan )
13.00 – 16.00 Snorkling, Kunjungan ke pulau lain bag. 2 ( tergantung paket yang diambil )
16.00 – 17.00 Perjalanan pulang ke Pulau Tidung ( bagi yang berkunjung ke pulau lain )
17.00 – 18.00 Cathing sunset di pantai timur ( Tonjongan timur )
18.00 – 19.00 Istirahat, Sholat, Santap Kudapan ( Bubur/Kolak )
19.00 – 19.30 Acara Santai
19.30 – 20.30 Makan malam sambil Barbeque
21.00 – 24.00 Acara bebas
24.00 – 05.00 Istirahat/Tidur

#Hari ketiga ( untuk yang hari minggu )
05.00 – 07.30 Cathing sunrise ( bagi yang pulang siang ); Bagi yang pulang pagi Sarapan dan Prepare buat Kepulangan
07.30 – 10.00 Explore Pulau Tidung kecil ( kunjungan ke makam panglima Hitam, Pembiakan mangrove )
10.00 – 11.00 Makan, Prepare untuk Kepulangan
11.00 – 12.00 Cekout
12.00 – 13.00 Standby di Dermaga
13.00 – 16.00 OTW ke Jakarta
16.00 – 16.30 Pulang ke rumah masing-masing

Note :
- Acara diatas bersifat tidak mengikat dan dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan Situasi dan Kondisi serta permintaan Peserta.
- Jadwal Kepulangan bisa jadi lebih lama dari jadwal diatas apabila ada permintaan dari Peserta yang ingin Sholat dulu ataupun karena Jadwal kapal yang di undur

Baca Selengkapnya ....

FASILITAS PULAU TIDUNG

Posted by Unknown 1 comments

FASILITAS PULAU TIDUNG
Pulau Tidung memiliki banyak fasilitas unggulan dibandingkan pulau-pulau lain yang setaraf di kepulauan Seribu, diantaranya kami rincikan sebagai berikut :

1.AKSES KE TIDUNG
Kapal ke Pulau Tidung untuk jenis kapal terdapat 2 tipe yaitu kapal ferry tradisional, kapal tersebut memiliki daya tampung sekitar 200 orang yang berlokasi di muara angke lama perjalanan untuk jenis kapal ferry ini sekitar 2 jam 30 menit, sedangkan untuk yang kedua yaitu jenis kapal speedboat ini sangat banyak fariasinya dari yang berkapasitas 15 orang samapi dengan 100 jenis kapal speedboat ini berada di marina ancol jakarta untuk lama perjalanan untuk kapal jenis ini kurang di perkirakan lebih 1 jam untuk mencapai Pulau Tidung

Waktu tempuh mencapai Pulau Tidung tidak terlalu lama. Dengan menggunakan kapal dari Muara Angke, Jakarta, waktu yang diperlukan sekitar 2-3 jam. Jadwal kapal menuju Pulau Tidung sekitar pukul 07.00 WIB, jadi jangan sampai terlambat agar Anda tidak ditinggal. Karena perjalanan melalui air, maka Anda tidak akan dibosankan oleh kemacetan yang biasa terjadi di jalan-jalan darat menuju tempat wisata yang biasa terjadi pada musim liburan. Selain itu, untuk menikmati semua keindahan ini, biaya yang diperlukan tidak terlalu besar sehingga tidak perlu menabung lama untuk berkunjung ke Pulau Tidung. Biaya naik perahu menuju Pulau Tidung sebesar Rp 33.000,- per orang.

Cara lain menuju Tidung adalah menggunakan jasa wisata yang ditawarkan. Biasanya kapal akan berangkat dari Ancol dan menggunakan kapal boat khusus. Dan tentunya harga yang ditawarkan lebih mahal dibanding menggunakan perahu.

2.MAKANAN
Makan : jenis makanan di Pulau Tidung  yaitu resep makanan tradisonal  warga setempat yang di sajikan kompelit  dengan bentuk perasmanan yang di khususkan untuk pengujung dari masing- masing kelompoknya , makanan untuk pengujung biasanya di bawakan langsung ke penginapan jadi tidak usah repot – repot
Jika Anda memutuskan untuk menginap di pulau ini, jangan lewatkan kesempatan untuk BBQ di pinggir pantai. Menikmati ikan bakar dan makanan laut lainnya sambil ditiup udara malam pantai yang sejuk dan debur ombak pasti akan membuat selera makan bertambah.

3.TRANSPORTASI DI PULAU
Berbagai kegiatan yang dapat dilakukan di Pulau Tidung antara lain bersepeda mengelilingi pulau, pantai atau menyusuri Jembatan Cinta. Sepeda yang disewakan dengan harga Rp 15.000,- per hari memungkinkan Anda berpuas-puas mengelilingi pulau ini. Tidak ada mobil di pulau ini sehingga jalan-jalan yang ada diantara rumah-rumah penduduk bukanlah jalan yang lebar. Rumah-rumah sederhana milik penduduk, tanaman-tanaman yang ada di depan rumah, tumbuhan rimbun di sisi jalan dan pohon kelapa di sekitar pantai menciptakan suasana berbeda dari perkotaan. Aktivitas yang menyenangkan sekaligus sebagai sarana membugarkan tubuh yang letih.

4.PENGINAPAN/HOMESTAY
Tempat penginapan di pulau ini bukanlah resor atau hotel mewah. Para pengunjung pulau ini dapat menginap secara homestay. Rumah-rumah penduduk disewakan untuk para wisatawan yang ingin menikmati pulau ini. Anda dapat memilih apakah ingin menginap di kamar dengan AC atau tanpa AC. Walau tidak semewah hotel atau resor, penginapan di Pulau Tidung cukup bersih dan yang pasti harganya tidak memberatkan kantong. Bagi para backpakers atau yang ingin mencoba alternatif lain, Anda dapat berkemah di pinggir pantai untuk bermalam.

Pemandangan pantai dan laut yang akan Anda dapatkan di Pulau Tidung tidak kalah dengan pantai lain yang terkenal. Untuk menuju pulau ini juga tidak diperlukan biaya yang terlalu besar. Banyak paket wisata yang manawarkan wisata ke pulau ini dengan biaya sekitar Rp 300.000,- yang sudah mencakup biaya transportasi, makan dan penginapan. Maka, jika Anda ingin berekreasi tanpa harus dipusingkan oleh biaya, Pulau Tidung menjadi salah satu tujuan wisata Jakarta yang menarik dikunjungi.

5.WATER SPORT TIDUNG
Water Sport : untuk jenis water sport atau permaianan air di Pulau Tidung  diantara lain, Banana Boat jenis permainan air yang satu ini memiliki daya tampung  empat sampai 6 orang tergantung jenis besar kecilnya banana boat tersebut, terek banana boat tersebut beralokasi di unjung Timur Pulau Tidung, yang menjadi icon wisata Pulau Tidung yang pastinya jambatan penghubung antara dua, Pulau antara Pulau Tidung kecil dan pulau Tidung besar.

Banana Boat dan kano merupakan permainan air yang dapat dicoba di sekitar pantai Pulau Tidung. Berenang di dekat pantai dengan anak-anak akan membuat anak-anak menikmati rekreasinya. Pantai yang dangkal dan airnya yang bersih layak menjadi tempat main untuk anak.
Setelah puas bermain di pantai, segarkan diri Anda dengan menikmati kelapa muda di pinggir pantai. Untuk mengisi perut yang lapar, ada warung-warung nasi yang dimiliki penduduk pulau ini. Anda dapat berinteraksi dengan para penduduk yang ramah. Penduduk tidak bersifat komersial, sehingga harga makanan dan minuman tidak dipatok dengan harga yang tinggi. Anda masih bisa mendapatkan seporsi makanan dengan harga Rp 10.000,-.

Pulau Tidung ada HANTU LAUT, DONUT BOAT, JETSKY dan lain sebagainya semua water sport ini berada di ujung Timur Pulau Tidung, dekat dengan Jembatan Cinta.

6.SNORKELING
Snorkeling merupakan kegiatan yang tepat dilakukan di pantai Tidung. Airnya yang jernih membuat kita dapat melihat aneka makhluk hidup yang ada di bawah air beserat terumbu karang yang ada. Jika tidak membawa peralatan snorkeling, Anda dapat menyewanya dengan harga Rp 35.000,-. Untuk menikmati pemandangan yang lebih indah, Anda dapat menyewa perahu agar dapat mencapai beberapa spot bawah laut yang indah.
sumber:http://kumpulan.info/wisata

Baca Selengkapnya ....

WISATA PULAU TIDUNG BESAR & KECIL

Posted by Unknown 0 comments

PULAU TIDUNG 

Pulau Tidung merupakan pulau terbesar dalam gugusan pulau-pulau yang ada di Kepulauan Seribu. Pulau hunian penduduk ini memiliki luas sekitar 109 ha dengan populasi sekitar 5000 jiwa. Nama Pulau Tidung berasal dari kata Tidung (dalam aksen penduduk setempat pada waktu itu), yang artinya tempat berlindung, karena pulau ini sering dijadikan sebagai tempat untuk berlindung dari bajak laut atau perompak,Maka Pulau ini dinamakan Pulau Tidung yaitu pulau untuk tempat berlindung.

Menurut Buku Sedjarah Djakarta, yang terbit tahun 1960 atau 1970-an diceritakan, ketika Fatahillah menyerbu Portugis di Malaka, ia menggunakan pulau-pulau di teluk Jakarta ini sebagai basis mengatur strategi pada zaman dahulu, salah satunya adalah Pulau Tidung.
Berdasarkan keterangan penduduk setempat, Pulau Tidung mulai dihuni oleh penduduknya sekitar tahun 1920-an. Pada waktu itu ada seorang penjaga pulau yang didatangkan dari Rawa Belong, Jakarta Barat. Pada tahun 1942 ( saat penjajah Jepang datang ke Indonesia) penduduk Pulau Tidung sempat diungsikan ke daerah Tegal Alur Jakarta Barat. Pengungsian tersebut berlangsung selama tiga tahun, hingga tahun 1945, kemudian penduduk tersebut dapat kembali ke pulau Tidung setelah Penjajahan Jepang kalah dalam perang

Kini Pulau Tidung menjadi pusat Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan yang membawahi 3 Kelurahan antara lain: Kelurahan Pulau Pari, Kelurahan Pulau Untung Jawa dan Kelurahan Pulau Tidung

Pulau Tidung terhampar membujur panjang dari barat ke timur dan menjadi 2 bagian (Tidung Besar & Tidung kecil) mempunyai Objek- objek yang dapat dikunjungi seperti:
 
1. Jembatan cinta
Lokasi ini paling banyak didatangi wisatawan. Jembatan yang panjangnya sekitar 2.5 km ini terkesan eksotik dan menawan. Apalagi pada saat “sunrise” & “sunset” tiba. Para wisatawan berlomba menuju jembatan untuk berfoto- foto menikmati keindahannya atau mengabadikannya dengan berfoto- foto.
 
2.Pantai Tanjongan Timur
Pantai ini tepat didepan Jembatan penghubung. Banyak wisatawan yang menghabiskan waktu dipantai ini, selain pasirnya yang putih lembut, disini juga banyak tenda- tenda kecil penjual makanan atau tempat duduk untuk sekedar minum atau nongkrong para muda mudi. Bagi wisatawan yang berlibur dengan keluarga, pantai ini sangat cocok bermain dan renang di sekitar pantai ini.
 
3.Lapangan Volly
Lapangan ini tepat berada di dekat pantai jembatan penghubung, kegiatan ini cocok sekali untuk wisatawan yang senang berolah raga atau hanya untuk bersenang- senang menghabiskan waktu dengan bermain volley.
 
4.Pantai Tanjung Barat
Pantai ini terletak di ujung pulau Tidung besar sebelah barat. Pantai ini sangat indah dan mengagumkan ketika matahari terbenam. Bagi wisatawan yang tidak menyukai keramaian, pantai inilah yang tepat untuk menikmati keindahan sunset.
 
5. Pelabuhan Betok
Terletak di sebelah timur selatan Tidung besar, Pelabuhan ini merupakan pelabuhan inti tempat kapal kapal bersandar dan juga sebagai pelabuan tempat hilir mudik para wisatawan yang berkunjung ke Pulau Tidung. Pelabuhan Betok juga bisa dijadikan sebagai lokasi untuk memancing tanpa pergi jauh menggunakan kapal traditional. Di pelabuhan ini terdapat bangku- bangku panjang yang biasa digunakan wisatawan untuk menghabiskan malam dengan bermain gitar selain memancing dimalam hari.

6. Pulau Tidung Kecil
Meskipun terdapat kantor Dinas Pertanian didalamnya. Pulau ini masih terlihat alami nan hijau dikelilingi pepohonan. Pulau ini menjadi ramai wisatawan sejak jembatan penghubung dibangun. Pulau ini juga bisa digunakan untuk area kemping bagi para petualang.
SUMBER:http://www.tidung-fantasy.com

Baca Selengkapnya ....

SEJARAH PULAU TIDUNG

Posted by Unknown 0 comments
tidung island indonesia
snorkle on board
Sahabat wisata yang baik...

Sejarah pulau-pulau dikepulauan seribu terbagi tiga masa, yang pertama masa kerajaan SEJARAH.  Nama pulau pulau dipulau seribu lebih bersifat mitos, tidak banyak ditemukan bukti sejarahnya, namun pada massa ini sebagai cikal bakal nama pulau pulau dipulau seribu, namun sangat disayangkan dalam perjalanan waktu nama pulau-pulau banyak diganti oleh penguasa dan pengusaha.


Masa kedua kami sebut massa penjajahan, pada massa ini nama pulau-pulau dikepulauan seribu banyak diganti namanya oleh penjajah terutama oleh kolonial belanda, hal ini dibuktikan oleh nama dan peninggalan sejarahnya.



Bagi warga Pulau Tidung Kepulauan Seribu Selatan mungkin tidak asing lagi mendengar nama Wa’Turu atau “Panglima Hitam” yang berasal Cirebon Banten Jawa Barat. Konon ceritanya beliau sudah lahir pada Jaman Kerajaan Syarif Hidayah Tullah dan dipercayai oleh masyarakat setempat adalah orang yang pertama kali menginjakan kakinya di Pulau Tidung.



Berawal dari peperangan Kerajaan Syarif Hidayah Tullah melawan Kolonial Belanda dan pasukan yang dipimpin oleh Panglima Hitam kalah dalam perang hingga akhirnya melarikan diri. Saat itulah Wa’ Turu dan beberapa prajurit lainnya melarikan diri Kepulau Tidung untuk mencari perlindungan dari serangan tentara Belanda. Hingga pada akhirnya Datuk dan beberapa sahabatnya memutuskan Pulau Tidung Besar ini di jandikan sebagai tempat persinggahan (tempat tinggal) hingga sampai akhir khayatnya.



Cerita ini bermula dari tabir mimpi Sugeng, salah satu warga Pulau Tidung Besar bertemu dengan si Panglima Hitam, dalam mimpinya ia di perintahkan untuk mencari makam orang pertama ini. Hingga pada tanggal 31 Desember 2006 makam tersebut ditemukan, terdapat disebelah Timur Pulau Tidung Kecil tepatnya di bawah pohon kedongdong Besar serta oleh warga dibersihkan, makamnya pun di Keramik dan hingga sekarang di jadikan tempat Ziarah bagi masyarakat setempat. Peninggalannya pun yang masih tersisah hingga kini diabadikan didekat makamnya seperti Keris,Pedang,Guci, Gendi dan tempat beribadah sewaktu ia masih hidup.



Tidak hanya menjadi tempat Ziarah bagi masyarakat Pulau Tidung saja, makam Wa’Turu (Panglima Hitam) ini juga menjadi salah satu objek wisata sejarah yang mengasikkan bagi warga Jakarta yang berkunjung Kepulau ini. Seperti yang di lakukan oleh anak-anak Universitas Unindra yang bertempat di Pasar Rebo Jakarta Timur mereka asik mengabiskan masa liburan di Pulau Tidung Kecil ini. “selain memancing dan berenang di laut, kami juga bisa mengetahui sejarah di Pulau Tidung ini”, kata Rio salah satu mahasiswa yang ikut berlibur. Ia juga merasa sangat senang bisa berlibur di Pulau Tidung ini. Selain itu hamparan pasir putih dan deru ombak menambah asiknya berlibur di Pulau yang tidak kalah bagusnya dengan wisata yang ada di Bali.



Makam Panglima Hitam yang terletak di Pulau Tidung Kecil Kelurahan Pulau Tidung Besar Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan banyak dikunjungi dari berbagai daerah. Hal ini diungkap oleh Suharta (64) penjaga makam orang pertama di Pulau itu. Warga yang berjirah berasal dari Cilacap, Ciamis, Belitung dan warga dari Pulau Kelapa pun pernah berjiara kemakam ini. “Kebanyak yang berjiarah kemakam ini, untuk mengadakan tahlil dan yasinan untuk meminta keselamatan”, kata Suharta selaku penjaga makam.



Ayah dari 5 orang anak ini juga menambahkan,kebanyakan para pe-jiarah yang datang kemakam ini pada malam jum’at keliwon dan hari libur. Makam yang mempunyai panjang 3,5 meter konon ceritanya adalah orang yang pertama kali menginjakan kakinya di Pulau Tidung Kecil ini. Nama makan tersebut adalah Ratu Pendekar Badui atau yang lebih dikenal adalah Panglima Hitam.



Di Pulau tersebut juga terdapat 3 makam yaitu makam Wa’Turu dan Muhammad dua orang ini adalah pengawal setia Ratu Pendekar Badui, pendekar Badui ini melarikan diri bersama kedua pengawalnya kepulau Tidung Kecil untuk menghindari dari kejaran Seh Maulana Malik Ibrahim. Konon Ratu Pendekar Badui adalah seorang non Muslim yang di perangi oleh Seh Maulana Malik Ibrahim, sebelum akhirnya ia masuk dan memeluk agama islam bersama kedua anak buanya tersebut.



Sehingga Pulau Tidung ini dijuluki dengan sebutan Pulau Berlindung. Suharta memang bukan warga Pulau Tidung asli, warga asal Ciracas ini baru 4 tahun tinggal di Pulau Tidung Kecil ini. “Salain menjaga makam saya juga, bercocok tanam dan menanam rumput laut”, kata suami dari Emuh Rohayati ini. Walupun tidak di bayar merawat makam, ia pun merasa rela merawat serta menjaga makam orang pertama ini.



Berbagai peninggalannya pun masih ada seperti pecahan Guci, Piring, Serta besih-besih tua, namun sayangnya tidak di rawat dan di biarkan saja berada di dalam karung.Walaupun belum dijadikan objek wisata lokal oleh Pemerintah setempat,untuk mengatisipasi kelangsungan makam tua itu, inisiatif dari seorang penjaga membuat kotak amal, sehingga dengan begitu bagi penjira setiap datang wajib memberikan sedekah. Dari hasil tersebut kini di dekat makam itu sedang di buat Musolah serta untuk perbaikan makam lain disekirtar makam tersebut.



Tidak haya itu saja 7 makam makam Seh terdapat di Pulau Tidung Kecil ini seperti Makam Seh Maulana Malik Ibrahim, Seh Susu, Seh Subandari, Seh Saidina Ali, Seh Magelang, Seh Kalang Lumajang dan makam Seh Sarif Hidayatullah. Makam yang sudah ada 200 tahun ini kini manjadi primadona bagi para pejiarah baik bagi warga Pulau Tidung maupun dari berbagai penjuru daerah.



Ada sebuah sumur yang hingga kini masih dipercaya warga Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan yang bisa mengobat berbagai jenis penyakit. Sumur yang terletak di Pulau Tidung Kecil yang bersebelahan dengan Pulau Tidung Besar dinamai oleh warga Pulau Tidung dengan nama “Sumur Bawang”.



Sumur yang baru ditemukan sekitar pertengahan tahun 2007 ini, dipercayai sudah ada semenjak tahun 1881, pada jaman Seh Maulana Malik Ibrahim. Letaknya sendiri sekitar 25 meter dari makam Ratu Pangeran Badui (Panglima Hitam).



Penemuan Sumur Bawang yang dipercaya bisa mengobati mulai dari penyakit kulit hingga penyakit lain ini, berawal dari penerawangan salah satu orang Kiyai dari Banten Tanggerang yang mempunyai ilmu kanuragan tinggi yang bisa menerawang serta mepunyai indra ke enam.



Sebenarnya, di Pulau Tidung Kecil, ada tiga sumur yang dipercaya warga bisa mengobati berbagai jenis penyakit dan sumur ini yang terakhir ditemukan karena berada di tengah hutan.


Warga yang hendak mengambil air dari sumur ini pun tidak bisa mengambilnya sendiri. Menurut Suharta (64) warga Pulau Tidung ada beberapa syarat yang harus dipenuhi baru kemudian air bisa diambil dan dibawa pulang. Kini, sumur tersebut sudah dipagari untuk menjaga kebersihan sekitar sumur.


sumber:www.paketwisatapulautidung.org


Baca Selengkapnya ....

Bus Pariwisata Mitra

Posted by Unknown Thursday, April 25, 2013 0 comments





Baca Selengkapnya ....